Jumat, 08 Juli 2011

Sir Isaac Newton- Tuhan di atas Segalanya

Misteri adalah segala sesuatu yang terselubung, masih tertutup, belum jelas, masih menjadi teka-teki, dan belum terbuka rahasianya. Dan misteri alam raya adalah salah satu misteri itu. Misteri alam raya merupakan salah satu misteri yang Allah miliki yang tentunya juga masih tersembunyi, namun kelak Allah mengijinkan misteri itu dapat diungkap oleh manusia. Dan tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi siapa saja yang dapat menemukan “misteri ilahi” itu nanti. Isaac Newton adalah satu diantara sekian orang yang telah diberikan anugrah oleh Tuhan untuk dapat menemukan “misteri ilahi” tadi. Siapakah Isaac Newton? Berikut sedikit ulasan kisah hidup dan bagaimana perjuangannya dalam menemukan “rahasia Ilahi”

Berjuang Untuk Hidup
Sir Isaac Newton, begitulah nama lengkap dari ilmuwan yang terkenal dengan teorinya tentang gravitasi universal ini. Sejak kecil, pria kelahiran Woolthorpe, Lincolnshire, Inggris di tahun 1642 ini hidupnya sangatlah memprihatinkan. Selain dilahirkan dalam keadaan prematur, Newton juga sekaligus menyandang status yatim, karena dua minggu sebelum ibunya melahirkan, ayahnya telah meninggalkan dia. Itulah yang membuat masa kecil Newton seolah tak

terurus, karena kesibukan ibunya yang harus membagi waktu antara mengasuh anak dan menjadi tulang punggung keluarga.
Meskipun beberapa tahun kemudian, ibunya menikah lagi dengan seorang pendeta dari desa North Witham. Namun kegembiraan keluarga Newton tak berjalan lama. Tatkala usianya menginjak ke 14 tahun, kembali Newton menjadi seorang yatim. Tak adanya penopang ekonomi keluarga sepeninggal ayah tirinya sangatlah berpengaruh, tidak hanya dalam kelangsungan ekonomi keluarganya, tapi juga kelangsungan sekolahnya di King’s College di Grantham. Untung saja pria yang sejak kecil getol membaca dan banyak belajar dari ayah tirinya ini dapat dibebaskan dari keseluruhan biaya sekolah oleh guru-guru dan pengurus King’s Colege.

Menemukan “rahasia ilahi”.
Setamat dari belajar di King’s College, Newton melanjutkan studinya ke Trinity College di Universitas Cambridege. Meskipun niat awalnya melanjutkan sekolah adalah untuk menjadi seorang hamba Tuhan, namun itu semua tak dapat membendung kecintaan dan hobinya pada sains.
Karena ketekunan dan kesetiannya belajar di bidang sains, berbagai hal baru pun berhasil dia temukan. Salah satunya adalah berhasilnya eksperimen Newton tentang cahaya yang tersusun atas berbagai warna pelangi, dengan menggunakan prisma.
Di tahun 1684, Newton kembali berhasil mengembangkan teori gravitasi universalnya yang menggunakan hukum kuadrat terbalik. Sembari mengembangkan tiga hukum gerak dan membuktikan secara matematis, bahwa hukum yang sama bisa diterapkan baik kepada benda angkasa maupun benda bumi, Newton pun berhasil menemukan “rahasia ilahi” dalam penelitiannya. Dalam penulisannya tentang penelitian tersebut, Newton menulis satu pernyataan yang sangat mengesankan “sistem matahari, planet dan komet yang indah hanya berasal dari pemikiran dan kekuasaan suatu hakikat yang cerdas.... hakikat inilah yang menguasai semua hal....Tuhan lebih dari semuanya itu.
Meskipun Newton meninggal tahun 1727, dalam usia 84 tahun. Namun karyanya tetap dikenang hingga kini. Salah satunya adalah kehormatan gelar bangsawan yang diberikan oleh negara kepadanya di tahun 1705. SW
Sumber: Para ilmuwan Mempercayai Ilahi / YKBK
Selengkapnya...

Biografi Santa Claus


SOSOK YANG DINANTIKAN ANAK-ANAK
Pohon cemara yang dipenuhi beraneka hiasan, kue-kue Natal nan lezat, dan bingkisan Natal menjadi sesuatu yang senantiasa dihadirkan tatkala Natal menjelang. Meskipun hal-hal tersebut bukan inti dari Natal, suasana Natal terkesan tidak lengkap tanpa ketiga hal tersebut.
Namun, ada satu ikon lain yang senantiasa dinantikan ketika Natal tiba. Sosok yang satu ini bisa dibilang menjadi sosok idola anak-anak di bulan Desember. Kehadirannya selalu menghadirkan keceriaan. Terutama kebiasaannya membagi-bagikan hadiah. Itulah Santa Claus atau yang di Indonesia dikenal sebagai Sinterklas. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila banyak gereja yang mengadopsi figur satu ini dalam perayaan Natal anak-anak.
Satu pertanyaan yang paling sering muncul, khususnya bagi anak-anak yang masih kecil, benarkah Santa Claus ada? Biasanya, ketika sudah mulai dewasa, mereka akan menyadari bahwa orang tua merekalah yang sebenarnya memberikan hadiah Natal. Dengan demikian, timbullah suatu kesimpulan dalam benak mereka bahwa sosok Santa Claus sebenarnya tidak ada.
NICHOLAS DARI MYRA
Nama Santa Claus sebenarnya merupakan nama yang umum diberikan kepada Nicholas. Ia dilahirkan di Patara, Provinsi Lycia, sekitar tahun 2701. Lycia merupakan salah satu


wilayah di Asia Kecil yang ketika itu merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi.
Nicholas diasuh dalam keluarga Kristen yang taat. Disebutkan bahwa ia dibesarkan dengan baik oleh kedua orang tuanya dan dididik dengan saleh seturut teladan orang tuanya2. Bahkan sejak awal, Nicholas sudah terbiasa makan hanya pada malam hari setiap hari Rabu dan Jumat. Didikan orang tuanya inilah yang tampaknya memberikan karakter Kristen yang kuat padanya.
Meski demikian, setidaknya ada dua pendapat yang cukup berbeda mengenai masa muda Nicholas, khususnya terkait dengan imannya. Selain yang disebutkan di atas, sumber lain3 menyebutkan bahwa kedua orang tua Nicholas justru meninggal ketika Nicholas sedang beranjak dewasa. Peristiwa ini membawanya kepada suatu periode pencarian jati diri. Disebutkan pula bahwa pamannyalah yang kemudian memperkenalkan kekristenan kepada Nicholas.
Meski tidak jelas, apakah Nicholas memiliki dasar kerohanian sejak kecil atau ketika menjelang dewasa, tampaknya kita bisa menyepakati satu hal. Imannya kepada Kristus bukanlah iman yang biasa. Hal ini terbukti dari apa yang ia alami selanjutnya.
Nicholas mengenyam pendidikan dasarnya di Patara hingga meraih gelar sarjana4. Tidak ada informasi mengenai apa yang ia pelajari. Namun, melihat kondisi pada saat itu, Nicholas diperkirakan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan teologia dan filsafat Yunani.
Keluarga Nicholas merupakan keluarga yang kaya. Oleh karena itu, ketika kedua orang tuanya meninggal, Nicholas menerima warisan harta yang jumlahnya tidak sedikit. Namun, ia senantiasa mengingat perkataan Yesus untuk "menjual seluruh milikmu dan memberikan uang kepada yang miskin"5. Demikianlah ia melaksanakan perkataan Yesus tersebut dengan membagikan kekayaannya kepada mereka yang membutuhkan.
Salah satu kisah kedermawanan Nicholas yang terkenal melibatkan seorang penduduk Patara yang kehilangan seluruh hartanya, sedangkan ia tidak lagi dapat menopang kehidupan ketiga anak perempuannya6. Karena kemiskinan mereka, ketiga anaknya tidak kunjung menemukan suami yang baik. Pria yang malang itu pun berniat menjual ketiga putrinya itu. Berita ini sampai ke telinga Nicholas dan mendorong dirinya untuk melemparkan sekantung uang secara diam-diam. Uang itu kemudian digunakan oleh putri tertua untuk menikah. Demikian Nicholas melakukannya hingga seluruh putri orang tersebut dapat menikah.
MENJADI USKUP DI MYRA
Sebelum menjadi uskup, ia melayani sebagai pendeta di Myra. Pelayanannya ini ia lakukan ketika penyiksaan terhadap orang-orang Kristen tengah terjadi. Di bawah pemerintahan Kaisar Diocletian (berkuasa 284 -- 305) dan Kaisar Maximian (berkuasa 286 -- 306)7, dikeluarkan perintah bagi seluruh rakyatnya agar mereka hanya menyembah kepada kaisar. Hal yang jelas bertentangan dengan iman Kristen ini menyebabkan banyak orang Kristen yang menolak mengikuti perintah tersebut. Oleh karena itu, pada masa-masa tersebut, terjadilah penyiksaan yang hebat terhadap para pengikut Kristus.
Ketika itu, Nicholas turut mengalami penyiksaan yang berat dalam penjara. Keteguhannya untuk tidak berbalik dari imannya terhadap Kristus tidak kalah dengan para martir. Bagaimanapun juga, tanpa pemeliharaan Allah, Nicholas tidak mungkin bertahan sedemikian rupa. Setelah Constantine menggantikan Diocletian, Nicholas pun dibebaskan dari penjara dan dapat melayani kembali.
Ketika uskup di Myra meninggal, para pendeta dan penduduk di Myra harus bergumul untuk menentukan penggantinya. Disebutkan bahwa Tuhan berbicara kepada para pendeta di kota itu untuk memilih Nicholas sebagai uskup selanjutnya8. Pemilihan Nicholas sebagai uskup bukanlah sesuatu yang wajar dilakukan, mengingat Nicholas lebih sebagai orang awam daripada kaum terpelajar di bidang teologia. Oleh karena itu, pengangkatan Nicholas di satu sisi bisa dibilang sebagai pengangkatan berdasarkan popularitas9. Adapun pengangkatan Nicholas sebagai uskup diperkirakan terjadi pada masa pemerintahan Licinius (berkuasa 307 -- 324).
NICHOLAS DAN PELAYANANNYA
Sepanjang pelayanannya sebagai seorang uskup, Nicholas dianggap sebagai penentang segala bentuk kekafiran. Penolakannya terhadap penyembahan berhala terlihat dari penghancuran beberapa kuil kafir, salah satunya kuil Artemis yang diprakarsai olehnya10. Selain itu, ia juga dianggap sebagai salah satu penentang ajaran Arius11.
Peran serta yang sangat signifikan ditunjukkan Nicholas ketika menghadiri Konsili Nicea pada tahun 32512. Terdaftar sebagai salah satu uskup yang hadir dalam konsili tersebut, salah satu sumber menyebutkan bahwa emosi Nicholas meledak terhadap Arius hingga ia melayangkan sebuah pukulan di wajah Arius13. Akibat tindakannya tersebut, ia sempat diusir dari konsili ini.
Keteguhan Nicholas untuk menjaga ajaran yang benar sungguh patut dihargai. Berkat keteguhannya, Myra menjadi wilayah yang aman dari ajaran-ajaran yang menyesatkan. Bahkan ketika Constantius (berkuasa 337 -- 361) menjadi kaisar dan menganut arianisme, pengaruh Nicholas yang notabene merupakan penentang keras arianisme tidak bisa digeser dari Myra14.
AKHIR HIDUP DAN MENJADI ORANG SUCI
Tidak ada sumber yang menyebutkan secara spesifik perihal kematian Nicholas15. Tempat dan tanggal kematiannya tidak diketahui secara pasti. Sebagian orang menyebutkan ia meninggal di Italia. Ada juga yang berpendapat di Irlandia. Namun, ia diperkirakan meninggal pada tanggal 6 Desember antara tahun 343 dan 35616. Ia dimakamkan di sebuah katedral di Myra, sekarang Demer, Turki.
Nicholas juga diangkat sebagai salah satu orang suci. Penghormatan ini tampaknya dilakukan lebih awal. Justinian I, Kaisar Romawi Timur yang memberi penghormatan tersebut kepada Nicholas. Ia membangun sebuah bangunan gereja di ibukota Roma waktu itu, Konstantinopel17. Sampai saat ini, umat Katolik dan Ortodoks, termasuk dari Protestan masih menghormati Nicholas. Kemurahan hati Nicholas juga menjadikan dirinya teladan hidup yang penuh belas kasih terhadap sesama18.
SANTA CLAUS DI INDONESIA
Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal figur berbaju merah dan berjanggut putih ini. Meski nama asingnya belakangan ini lebih menggema, tapi kita juga mengenal Santa Claus sebagai Sinterklas. Nama ini sendiri diperkirakan diadopsi dari nama Belanda, Sinterklaas19. Dengan demikian, tampaknya kita bisa menduga bahwa sosok ini diperkenalkan oleh pemerintah kolonial ketika itu.
Meskipun demikian, figur Nicholas ini tidak memiliki tempat yang lebih khusus kecuali di pusat-pusat perbelanjaan. Kita tidak memiliki tradisi untuk mengenang apa yang dikerjakan oleh Nicholas pada abad ke-4. Kecuali aspek komersialnya, aspek spiritualitas sebagai sesuatu yang lebih penting, cenderung kalah gaungnya.
Setidaknya ada dua alasan mengapa St. Nicholas tidak dikenang di Indonesia.
Nicholas merupakan figur dengan latar belakang Eropa dari abad ke-4. Tradisi untuk mengenang sosok ini tampaknya terus diwariskan di benua tersebut. Dengan kata lain, sosok Nicholas merupakan sosok yang asing bagi masyarakat di Indonesia. Kalaupun banyak yang mengenalnya saat ini, pengenalan itu cenderung hanya dari aspek lain, misalnya aspek komersial dan hiburan.
Kurangnya pengenalan akan uskup dari Myra ini. Meskipun banyak gereja yang menampilkan figur ini dalam perayaan Natal, khususnya Natal anak-anak, latar belakang dari Sinterklas ini tidak disampaikan dengan baik. Sehingga Nicholas hanya dikenal sebagai sosok yang suka memberi.
MERAYAKAN ST. NICHOLAS
Sejarah membuktikan bahwa Santa Claus adalah sosok yang nyata. Meskipun tidak mewariskan pemikiran-pemikiran setajam Augustinus dan bapa-bapa gereja lainnya, imannya yang teguh terhadap firman Allah menjadi hal yang sangat bernilai. Apalagi keteguhannya tersebut berdampak bagi masyarakat Myra pada waktu itu20.
Penampilan sosok Santa Claus seharusnya diiringi oleh penjelasan mengenai Nicholass sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pertama, Nicholas bukan sekadar pemberi hadiah, tetapi orang yang juga beriman teguh. Kedua, Nicholas merupakan salah satu penentang ajaran-ajaran sesat di zamannya. Akhirnya, Kristus yang adalah pusat dari perayaan Natal harus lebih diutamakan daripada Santa Claus.
Hal ini bukan berarti merayakan peringatan akan Nicholas tidak dibenarkan. Sebaliknya, perayaan hari St. Nicholas pada 6 Desember dapat dilakukan. St. Nicholas Centre menguraikan beberapa alasan mengenai perayaan hari St. Nicholas21.
Mengisahkan kehidupan orang-orang suci yang menjadi teladan yang sekaligus menginspirasikan belas kasih dan kemurahan hati.
Menyatakan identitas Santa Claus dan Bapak Natal yang sesungguhnya.
Menekankan pentingnya memberi daripada menerima.
Menegaskan kepedulian pada hal-hal kecil dan kegembiraan keluarga.
Menghadirkan suatu perayaan awal dalam minggu-minggu Adven.
Menawarkan dimensi spiritual dari pemberian hadiah.
Menekankan figur Kristus sebagai pusat Natal yang sejati.
Dengan demikian, setiap perayaan di seputar hari St. Nicholas seharusnya mempersiapkan setiap orang untuk menyambut Kristus.
Selengkapnya...

Rabu, 08 Juni 2011

Renungan Hari ini : LUCU YA?

By: Henry888jr
Lucu ya, mudah sekali manusia membuang Tuhannya bagai sampah, tp kemudian bertanya mengapa dunia menjadi begitu menakutkan tak terkendali.
Lucu ya, kita mudah sekali percaya apa yg ditulis koran, tp kita selalu meragukan apa yg tertulis dlm Alkitab.
Lucu ya, semua org ingin msk surga, Tp mereka tdk mempercayai, tdk memikirkan, mewartakan ataupun melaksanakan apa yg dikatakan oleh Alkitab. Apakah dunia ini sdh separah itu?


Lucu ya, kita dgn mudah mengatakan : Aku percaya kpd Allah, tp kita ttp mengikuti setan
Lucu ya, kita dgn gampang sekali mengirim & mem-forward lelucon-lelucon & gosip-gosip melalui email/sms, sehingga dlm sekejap tersebar luas bagai api, tetapi jika mengenai Tuhan, kita berpikir beratus kali sblm menekan tombol 'send'?
Lucu ya, pembicaraan2 mengenai hal2 yg vulgar, kasar, keras, jorok, begitu mudah tersebar terbuka di mana2, tetapi diskusi mengenai Yesus sangat dibatasi, bahkan di sekolah maupun di tempat kerja ?
Lucu ya, kita bisa begitu bersemangat & berapi-api memuliakan Tuhan pd hari Minggu, Tetapi pd hari2 kerja kita menjadi pengikut Kristus yg tersembunyi.
Lucu ya, ketika hendak memforward cerita inipun, kita akan menyeleksi lg, Krn takut & tdk yakin akan reaksi teman2 kita.
Lucu ya, kita hanya sibuk memikirkan apa nanti reaksi orang2, tp kita lupa memikirkan apa yg Tuhan pikirkan ttg kita..
Selengkapnya...

Senin, 06 Juni 2011

Tuhan Mengapa Begitu Banyak Masalah!!!!!!!

Dari : http://giajemursarisurabaya.blogspot.com
Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untukbertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Ada lima cara Tuhan menggunakan masalah-masalah dalam kehidupan kita untuk menjadi sesuatu kebaikan bagi kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi."Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan."Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." (Mazmur 119:71).

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang Kristen yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi boss-nya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar. "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan..." (Kejadian 50:20).

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:3-4).
Selengkapnya...

"Tuhan itu Nggak Ada!!!??"

from : http://giajemursarisurabaya.blogspot.com

Seorang atheis berusaha mencari rupa-rupa alasan untuk membuktikan bahwa Allah itu sebenarnya tidak ada. Suatu saat ia berkata kepada temannya, "Jika Tuhan itu sungguh ada, aku menghendaki agar ia membuktikan kehadirannya dengan memukul diriku saat ini hingga aku mati."

Ia lalu menunggu beberapa saat. Karena tak ada apa-apa yang terjadi, maka ia berseru penuh rasa bangga seolah-olah ia telah mampu membuktikan kekosongan Allah, “Lihatlah... Allah tidak ada di sini. Ia tak mampu mendengarkan kata-kataku dan tak mampu membuktikan kehadiranNya.”

Seorang teman lain yang ada di situ menyeletuk memberikan tanggapan, "Teman ku... engkau baru saja membuktikan bahwa Allah itu adalah Allah yang penuh kasih, yang masih membiarkan engkau hidup dan tak menghendaki agar engkau mati dalam seketika.”

Banyak orang ingin mendapat suatu tanda agar bisa percaya. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang tak melihat namun percaya”. Selengkapnya...

Ren: Burung Gagak dan Sebuah Kendi

From: http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/

Pada suatu musim yang sangat kering, saat itu hampir semua binatang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air untuk diminum. Demikianlah juga dialami oleh burung-burung, sekali pun mereka dapat terbang ternyata sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum.


Ada seekor burung gagak yang menemukan sebuah kendi yang berisi sedikit air di dalamnya. Tetapi ternyata kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang bentuknya agak tinggi dan dengan leher kendi sempit. Bagaimana pun juga burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, namun dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan.

Maka kemudian muncul sebuah ide dalam benak burung gagak tersebut. Burung itu dengan tekun mulai mengambil batu-batu kerikil kecil yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendi pun berangsur
-angsur naik dan bertambah tinggi hingga akhirnya air tersebut dapat di capai oleh sang burung Gagak, dan ia pun selamat dari kehausan. (Aesop)

Refleksi:
Walaupun dengan pengetahuan sedikit namun jika dipergunakan dengan maksimal, pengetahuan tersebut dapat menolong diri kita pada saat yang tepat. Bukankah banyak keberhasilan besar terjadi karena ide-ide yang awalnya sangat sederhana namun jika dikembangkan akan memberi dampak yang besar.
Selengkapnya...

Sabtu, 19 Maret 2011

Penulis Ayat Alkitab "Yudas" bukan Yudas Iskariot

Latar Belakang
        Yudas memperkenalkan dirinya sekadar sebagai "saudara Yakobus" (ayat Yud 1:1). Satu-satunya pasangan saudara dalam PB yang bernama Yudas dan Yakobus adalah saudara tiri Yesus (Mat 13:55; Mr 6:3). Mungkin Yudas menyebutkan nama Yakobus karena kedudukannya sebagai pemimpin jemaat di Yerusalem akan membantu menjelaskan identitas dan kekuasaannya sendiri.

Surat yang singkat namun tegas ini ditulis untuk
menentang para guru palsu yang terang-terangan berhaluan antinomisme (yaitu mereka mengajarkan bahwa keselamatan melalui kasih karunia mengizinkan mereka untuk berdosa tanpa dijatuhi hukuman) dan yang menghina pernyataan rasuli tentang pribadi dan tabiat Yesus Kristus (ayat Yud 1:4). Dengan demikian mereka memecah-belah gereja mengenai apa yang harus dipercaya (ayat Yud 1:19,22) dan bagaimana harus berperilaku (ayat Yud 1:4,8,16). Yudas melukiskan guru palsu yang tak berprinsip ini sebagai "orang-orang fasik" (ayat Yud 1:15) dan juga sebagai orang "tanpa Roh Kudus"

Selengkapnya...